Aku, Tuhan dan Corpus Collosum
Tuhan selalu menyelipkan momen manis ketika menciptakan sebuah skenario bagi pelakonnya. Seperti biasa, Ia memang selalu menjadi indah dan menyenangkan, sehingga aku betah berlama-lama denganNya.
Aku ingin sekali memeluk Tuhan, duduk berdua denganNya dan menceritakan kegelisahanku. Selayaknya wanita yang tak bisa jadi reptil ketika sedang menghadapi masalah, aku hanya bisa menceritakannya.
Aku hanya ingin bercerita dan melegakan isi di kepala dan rongga dadaku.
Karena apapun yang terjadi, aku tahu skenarioNya selalu menyenangkan untuk dibaca dan dimaknai.
Tuhan, I love you.